Rabu, 05 Desember 2012

faktor demografi yang mempengaruhi dalam memilih gadget handphone

faktor demografi yang mempengaruhi dalam memilih gadget handphone adalah :
 1.Jenis kelamin
Jenis kelamin mempengaruhi dalam memilih produk handphone, seperti wanita lebih cenderung memilih handphone yang sedang trend, dan warna yang terang, sedangkan pria lebih cenderung memilih model atau bentuk yang lebih besar, warna yang gelap serta aplikasi permainan yang banyak.

 2.Umur
 Dilihat dari segi umur, dahulu anak-anak hanya memerlukan handphone yang memiliki fitur sedikit, tapi disaat ini, anak-anak pun sebagian besar sudah tidak mau memiliki handphone yang hanya bisa sms atau telpon saja, yang mereka butuhkan ialah kamera,radio dan aplikasi browser. Saat ini hampir semua kalangan umur baik dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia membutuhkan handphone yang memuat aplikasi yang banyak, terutama browser.


 3.Hobby
 Hobby shoping, dengan menggunakan smartphone bisa shoping melalui online dan juga bisa berbisnis online pula. Dengan menggunakan smartphone bisa lebih cepat dan lebih mudah berinteraksi dengan teman,saudara maupun orang lain.



Sumber gambar : google

Kamis, 11 Oktober 2012

Segmentasi Pasar

Mengapa produsen melakukan segmentasi pasar ? 

Segmentasi pasar adalah proses pengelompokan pasar kedalam segmen yang berbeda beda. Segmentasi pasar merupakan metode bagaimana memandang pasar secara kreatif, Kita perlu mengidentifikasi dan memanfaatkan sekecil apapun peluang yang muncul di pasar. Alasan utama yang mendasari perlunya dilakukan segmentasi pasar adalah lantaran sebuah produk pastilah diciptakan untuk kelompok tertentu dalam pasar. Oleh karenanya langkah awal yang perlu kita lakukan sebelum melakukan pemasaran adalah menentukan kelompok pasar yang tepat untuk produk yang akan kita jual. Jika kita salah menentukan kelompok pasar yang tepat untuk produk yang hendak kita jual, maka upaya pemasaran yang kita lakukan dapat terancam gagal atau pemasaran produk tidak tepat sasaran yang akan berakibat produk tidak laku.

Jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:

  1. Segmentasi Geografi Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan. 
  2. Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya. 
  3. Segmentasi Psikografi Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan: a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
    b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
    c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk. 
  4. Segmentasi Tingkah Laku Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.

    Tujuan adanya segmentasi pasar adalah sebagai berikut :
    a.Menentukan cara-cara promosi yang paling tepat bagi perusahaan
    b. Merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar
    c. Menyalurkan uang dan usaha ke pasar potensial yang paling menguntungkan
    d. memilih media advertensi yang lebih baik dan menemukan bagaimana mengalokasikan secara baik. e. Mengatur waktu yang sebaik-baiknya dalam promosi.

    Peranan segmentasi dalam marketing :  
    1. Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita.
    2. Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar.
    3. Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
    4. Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dan cara yang berbeda.

    Manfaat dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
    1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
    2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
    3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
    4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. 
    5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

    Resiko dan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi antara lain
    :
    1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
    2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
    3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
    4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa. Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.



    Sumber : http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2041160-tujuan-segmentasi-pasar/ http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2012/07/28/segmentasi-pasar/

Jumat, 01 Juni 2012

KOMENTAR TENTANG PASAL 7 AYAT 6a

Pasal 7 ayat 6a yang menyebutkan bahwa, “Dalam hal harga rata-rata Indonesia Crude Oil Price (ICP) dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, pemerintah diberi kewenangan menyesuaikan harga BBM bersubsidi dengan kebijakan pendukungnya”, selain mengabaikan kedaulatan rakyat dalam menetapkan APBN juga mengabaikan asas kepastian hukum dan keadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 28D ayat 1 UUD 45. Saya menilai pertentang¬an norma dalam UU APBN-P pada Pasal (7) Ayat (6) UU Nomor 22/2011 tentang APBN Tahun 2012 menyebutkan bahwa harga jual eceran bahan bakar minyak bersubsidi tidak mengalami kenaikan, kemudian pada Pasal 7 ayat 6a yang menyebutkan bahwa, “Dalam hal harga rata-rata Indonesia Crude Oil Price (ICP) dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen pemerintah diberi kewenangan menyesuaikan harga BBM bersubsidi dengan kebijkan pendukungnya. Menurut saya, seharusnya ti¬dak boleh ada pertentangan nor¬ma dalam sebuah UU, karena dengan adanya pertentangan tersebut berdampak dengan penilaian bangsa lain. Komentar saya tentang kenaikan BBM : 1. alasan kenaikan harga BBM karena untuk mengatasi APBN yang jeblok tidak masuk akal, dan rencana kebijakan itu merupakan satu langkah yang salah menurut saya. Padahal, masalah korupsi merupakan hal yang lebih tepat untuk dijadikan alasan kejeblokan anggaran negara tersebut. 2. kebijakan untuk menaikkan harga BBM itu dilakukan pada waktu yang tidak tepat, mengingat kesengsaraan masyarakat semakin menjadi-jadi karena kesalahan demi kesalahan yang dilakukan oleh Negara. 3. yang menurut saya sangat penting, wacana kebijakan menaikkan harga BBM yang sudah digembor-gemborkan jauh sebelum keputusan itu ditetapkan, memunculkan berbagai spekulasi dan disinformasi di media-media sehingga memunculkan efek ‘panik pra kenaikan BBM’ di masyarakat. Menjadi wajar kemudian, mengapa harga sembako sudah mahal duluan sebelum harga BBM resmi dinaikkan. sumber : http://www.suarapembaruan.com/home/pasal-7-ayat-6a-yang-dibahas-paripurna-bertentangan-dengan-putusan-mk/18652

KETAHANAN NASIONAL ENERGI KITA

Ketahanan energi merupakan salah satu faktor penting ketahanan nasional sehingga wajar jika Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) memberikan sinyal kepada pemerintah bahwa cadangan bahan bakar minyak Indonesia yang rata-rata hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri selama 20 hari saja rawan ketahanan energi. Angka tersebut jauh di bawah cadangan minyak Singapura yang mencapai 120 hari dan Jepang 107 hari. Padahal kita tahu kedua negara maju itu tidak memiliki deposit minyak bumi. Mengapa ketahanan energi sebuah negara yang memiliki deposit minyak bumi bisa lebih rentan dari pada negara-negara konsumen. Kondisi ini jelas merugikan Indonesia sebagai pemilik cadangan migas maka dari itu tidak mengherankan jika ketahanan energi Indonesia sangat rentan. Ketahanan IPTEK Indonesia masih sangat rendah, penguasaan teknologi eksplorasi dan eksploitasi migas saat ini masih belum memadai agar Indonesia dapat menjadi Negara yang memiliki ketahanan energi tinggi dan berdaulat energi. Fakta yang ada hampir semua kontraktor-kontraktor migas menggunakan teknologi asing. Indonesia juga harus berinisiatif untuk berperan lebih mendorong partisipasi aktif dalam berbagai forum energi internasional baik di bawah kerangka PBB maupun di luar PBB untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan kebijakan energi antara lain: mengintensifkan kerjasama dengan International Energy Agency (IEA) melalui penandatanganan MOU dan menjadi Observer pada Energy Charter. Selain itu Indonesia juga aktif berpartisipasi pada pembahasan energi pada forum G-20. Terkait International Renewable Energy Agency (IRENA), Indonesia masih mempertimbangkan manfaat keanggotaan di organisasi tersebut. Agar partisipasi RI di berbagai forum internasional dapat optimal, perlu dilakukan kolaborasi dan sinergi yang intensif dengan melibatkan para pemangku kepentingan domestik termasik departemen teknis terkait. Dan ini lah beberapa factor yang mungkin bisa mengembalikan kondisi ketahanan energi di Indonesia. Pemerintah harus bersungguh-sungguh dan sistematis untuk memperbaiki keadaan ini. Langkah-langkah pembenahan harus segera dimulai, misalnya dengan : 1. Menata ulang sistem pengelolaan ladang minyak nasional dengan meninjau kembali undang-undang dan kontrak-kontrak pengelolaan ladang-ladang minyak kita, jika dirasa tidak menguntungkan Indonesia. Kalau perlu, ijin pengelolaan ladang minyak di tangan kontraktor asing tidak diperpanjang lagi setelah masa kontrak mereka habis. 2. Meningkatkan penguasaan IPTEKyang bertumpu kepada ketersediaan SDA dan SDM karena IPTEK adalah kunci keberhasilan penguatan ketahanan energi. Melalui teknologi nilai tambah setiap produk energi dapat ditingkatkan, memberi perioritas kepada teknologi energi yang urgen, memperbaiki iklim investasi yang kondusif dan meningkatkan kapabilitas dalam teknologi, infrastruktur, riset, SDM dan pemodalan. 3. Meningkatkan komitmen mengembangkan EBT yang ramah lingkungan sebagai pengganti bahan bakar fosil karena kedepan cadangan energi fosil semakin berkurang. Penguatan Ketahahan Energi dapat dimaksimalkan antara lain melalui penguasaan teknologi di bidang eksplorasi, pengelolaan, konversi, penghematan energi dan teknologi energi baik terbarukan maupun takterbarukanyang ramah lingkungan. Disamping memproduksi dan memanfaatkan energi secara optimal di dalam negeri maka Indonesia perlu mengusahakan energi di luar negeri karena disamping memperoleh keuntungan sebagian hasilnya diimpor untuk digunakan di dalam negeri. Terobosan teknologi, misalnya melalui teknologi nano dapat mengurangi biaya operasional dan harga Energi Terbarukan maupun tidak terbarukan akan lebih murah dimasa depan. Indonesia patut mencohtoh keberhasilan ini dengan segera membuat Standard Operational Procedure hemat energi bagi bangunan komersial, industri dan perumahan. sumber : http://www.kemlu.go.id/Pages/IIssueDisplay.aspx?IDP=27&l=id

Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Kenaikan harga BBM bersubsidi mau tidak mau akhirnya datang juga. Berbagai reaksi dari masyarakat timbul dengan gencar baik yang pro maupun yang kontra. Yang pro tentunya pemerintah yang juga didukung Kadin, sebenarnya tidak menginginkan terjadinya kenaikan harga BBM bersubsidi, namun kondisi dan kenyataan yang terjadi memaksa pemerintah untuk mengambil kebijakan. Di sisi lain, yang kontra terhadap kenaikan BBM mulai dari anggota DPR, DPRD, kalangan mahasiswa maupun para pekerja lainnya, mereka semua menolak kenaikan harga BBM. Diantara yang pro dan kontra terhadap kebijakan kenaikan harga BBM tersebut terdapat kelompok yang abstain. Mereka ini tidak ikut demo, pasrah, harga BBM tidak naik syukur, kalau BBM naik ya sudah, dengan lapang dada, harus menerima. Mereka juga sebenarnya berharap harga BBM tetap, karena dengan kenaikan BBM akan mengakibatkan tambahan pengeluaran mereka sehari-hari, seperti kebutuhan rumah tangga meningkat, misalkan harga cabai, bawang, sayuran, minyak goreng, pokoknya sandang dan pangan akan ada peningkatan harga. Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai 1 April mendapat dukungan politik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di tengah situasi semakin sulit sekarang ini, pemerintah memberikan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) yang diluncurkan oleh pemerintah untuk para masyarakat yang kurang mampu. Baginya, kebijakan BLT merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi anjloknya daya beli masyarakat miskin akibat naiknya harga kebutuhan pokok. Pemerintah mengusulkan asumsi volume bahan bakar minyak bersubsidi dalam Rancangan APBN 2013 berkisar 45 juta kiloliter. Syaratnya, pemerintah tetap melanjutkan implementasi program penghematan BBM bersubsidi dan diperbolehkan menaikkan harga jual BBM bersubsidi. Dalam APBN Perubahan 2012, volume BBM bersubsidi ditetapkan 40 juta kiloliter (kl). Namun, realisasi konsumsi BBM bersubsidi sampai Mei 2012 sudah mencapai 17,52 juta kl atau 43,8 persen dari kuota tahunan. Sementara realisasi konsumsi BBM bersubsidi tahun 2011 sebesar 41,79 juta kl. Terkait dengan hal itu, pemerintah mengajukan usulan asumsi volume BBM bersubsidi dalam RAPBN 2013 sebesar 45-48 juta kl. Jumlah itu dengan rincian volume Premium dan bioetanol 28,7-30 juta kl, minyak tanah 1,3 juta kl, solar dan biodiesel 15-16,7 juta kl. Proyeksi volume BBM bersubsidi tahun 2013 diperkirakan 45-48 juta kl, dengan memperhatikan tingkat keberhasilan program penghematan BBM bersubsidi tahun 2012 dan kelanjutannya. Volume BBM bersubsidi tahun 2013 dapat dikendalikan menjadi 45 juta kl jika program penghematan BBM bersubsidi tahun 2012 dan kenaikan harga jual BBM bersubsidi tetap diimplementasikan. Pemerintah akan melaksanakan program penghematan energi. Salah satu kebijakan yang akan dilakukan adalah pelarangan pemakaian BBM bersubsidi bagi mobil dinas pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD mulai 1 Juni 2012. Pemerintah bersedia menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jika kekurangannya disebabkan imbas pertumbuhan ekonomi. Namun, pemerintah tidak akan menyediakan tambahan BBM bersubsidi jika disalahgunakan untuk pertambangan dan perkebunan. Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com

Senin, 02 April 2012

Jalan-Jalan di Kota Kebumen

Jalan-jalanku kali ini, mudik kejawa, ketempat tanah kelahiran saya, yaitu jawa tengah letaknya dikota kebumen.
Pertama, aku pergi ke stasiun Jatinegara , berhubung karcis kereta udah dipesen dan sudah ada ditangan, saya tinggal nunggu kereta ekonomi yang siap menghantar saya sampe tujuan,
saya pergi kesana naik kereta ekonomi, yang ngarah murahnya yang harga tiketnya Cuma Rp 30.000 ( untuk satu orang ) sesampainya distasiun kereta api kebumen saya naik becak montor yang dikenain biaya Cuma Rp 7000 yang nganter saya sampe rumah, saya istirahat dulu sehari, itung” lepas lelah yang udah seharian duduk didalem kereta api, setelah sehari beristirahat saatnya saya jalan” menikmati tanah kelahiran saya yang banyak tempat objek wisatanya ( sekalilan mempromosiin daerah kebumen ) hari pertama jalan” saya pergi ke laut petanahan saya kesana naik sepeda ontel yang dimiliki oleh pa.de saya, iya itung” olahraga (padahal ngarah gratisan), bisa ngliat pemandangan sawah yang amat” bagus, sepanjang jalan menikmati sejuknya udara dipagi hari yang melewati sawah”.
Sesampainya dilaut saya cuma dikenain biaya Rp 3000 (satu orang) bisa seharian sepuasnya bermain dilaut mau sampe kering dilaut juga ga apa” . hhha
Saatnya bersenang” Cuma bayar Rp 3000 bisa foto” seenaknya , bisa berenang semaunya. Buat saya nih pengalaman yang sangat indah. Tapi pas lagi enak” berenang perut saya laper, nah untungnya saya bawa nasi tapi saya ga bawa lauk nya, saya beli kepiting laut yang udah di olah pas saya tanya ternyata hanya Rp 500 kesempatan saya beli aja 3 buah . Udah makan enak bisa senang” pula, cape juga seharian bermain di laut, walaupun cape tapi rasa cape itu ilang smuanya stelah merasakan kepuasan tersendiri. Kebesokan harinya saya bingung mau kemana, secara hari itu hari sabtu, biasanya kalo hari sabtu malam itu saya selalu kluar rumah, ya kalo bahasa anak mudanya mah “satnite” hhe, ada sodara saya yang ngajakin kalo satnitenya di alun” kota kebumen aja, wawaduh ide bagus tuh, saya pengen negrasain satnite dialun” yang katanya tuh kalo setiap malem minggu & minggu pagi slalau rame, akhirnya saya brangkat kesana menggunakan motor yang hanya diisi bensin Rp 10.000, sampai disana ternyata bener loh alun” kota kebumen itu bagus banget, disana itu ada kuda yang bisa kita tunggangi yang hanya dikenai biaya Rp 7.000 bisa muter-muter keliling alun” kebumen . disana juga ada mainan” anak” kecil sperti odong”, kreta-kretaan,pancing ikan,rumah balon, masih banyak yang lain deh, selain hiburan disana juga tersedia makan-makanan yang menggugah selera makan.
Alhamdulilah emang rejeki itu gak kemana-mana, disana saya ketemu sama sepupu saya, padahal tuh ga janjian, murni ketemu disana secara engga sengaja, ditraktir makan malem sepuasnya , hoho senangnya rasanya , perut udah kenyang jalan” di alun” pun udah puas, saatnya pulang kerumah untuk istirahat .
Padahal sii ceritanya masih banyak Cuma segini aja deh yang diceritainnya, hhhe
Inilah jalan” yang saya lakukan, puas dengan liburannya dan yang paling penting tidak begitu banyak mengeluarkan biaya.