Rabu, 29 Mei 2013

Pengertian Laporan, Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah dan Topik Penelitian Yang Sedang Dijalani



Pengertian Laporan
Laporan ialah keterangan atau informasi tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan berdasarkan fakta. Fakta yang diinformasikan itu berkaitan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang dilaporkan berdasarkan keadaan obyektif yang dialami sendiri si pelapor (dilihat, didengar, dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan kegiatan.
Perbedaan Laporan Formal dan Informal
1)       Laporan Formal
Laporan formal, adalah laporan yang ditulis secara ilmiah, yaitu sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistematis serta logis.

Laporan formal terdiri dari:
1. Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan terdiri dari:
a. Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Kata pengantar
f. Daftar isi
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar gambar (jika ada)
i. Daftar grafik (jika ada)
j. Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)

2. Bagian Isi
Uraian singkat tentang bagian ini:
a. Bab I: Pendahuluan
1) Latar belakang
2) Identifikasi masalah
3) Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
4) Rumusan masalah
5) Tujuan dan manfaat
b. Bab II: Kajian pustaka
c. Bab III: Metode penelitian
d. Bab IV: Pembahasan
e. Bab V: Penutup

3. Bagian Penutup
a. Daftar pustaka
b. Daftar lampiran
c. Indeks atau daftar istilah

2)       Laporan Informal
Laporan Informal, adalah laporan yang ditulis secara popular, yaitu menggunakan kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor/lucu. Laporan informal bisa diartikan juga sebagai laporan yang tidak memenuhi beberapa unsur formal. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.
1. Laporan kunjungan, berisi:
a. Judul laporan
b. Tujuan
c. Waktu pelaksanaan
d. Hasil yang diperoleh

2. Laporan percobaan, berisi:
a. Judul percobaan
b. Pelaksanaan (waktu dan tempat)
c. Urusan kerja
d. Data yang diperoleh
e. Kesimpulan

3. Laporan diskusi, berisi:
a. Topik
b. Moderator
c. Penyaji
d. Jumlah peserta
e. Masalah yang dibicarakan
f. Pemecahan masalah
g. Kesimpulan

Jenis-Jenis Karya Ilmiah
1)       Artikel Ilmiah Popular
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah
popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.
2)       Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya. Artikel ilmiah bukan sembarangan artikel, dan karena itu, jurnal-jurnal ilmiah mensyaratkan aturan sangat ketat sebelum sebuah artikel dapat dimuat.
3)       Disertasi
Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
4)       Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
5)       Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
6)       Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.
7)        Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikirdeduktif atau induktif.
Saya adalah mahasiswa ekonomi jurusan manajemen, sekarang saya sedang menyusun PI dan saya mengambil dari mata kuliah Sumber Daya Manusia tentang pengaruh pemberian motivasi dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Saya mengambil tema tersebut berkaitan dengan jurusan saya yaitu manajemen dimana seorang manager dapat membuat para karyawannya termotivasi untuk meningkatkan kinerja diperusahaan.
Sumber :
http://girlycious09.wordpress.com/tag/macam-macam-karya-ilmiah/
http://www.referensimakalah.com/2012/08/pengertian-jenis-fungsi-tujuan-laporan-hasil-penelitian.html

Senin, 29 April 2013

Hakikat Karangan Ilmiah



Pengertian Hakikat Karangan Ilmiah
Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Tahap Penyusunan Karya Ilmiah
Bagian Awal 
  •  Cover : Sampul Penulisan Ilmiah. 
  •  Lembar Pengesahan : terdiri dari nama penulis dan sumpah atas apa yang dia buat dengan sendiri ataupun tidak plagiat, surat pengesahan dari dosen pembimbing,  dosen Penguji sidang, dan Ketua Jurusan Fakultasnya.
  • Abstrak : Berisikan ringkasan dari penulisan. 
  •  Daftar Isi : Lembar halaman yg menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman.
Bagian Pokok
BAB I
PENDAHULUAN 
  •   Latar Belakang Masalah
Menyusun karya ilmiah dengan bahasa yang baik dan benar itu sangat rumit dan menyusahkan, bahkan kebanyakan orang menyusun karya ilmiah sering terbengkalai, karna merasa tidak mampu untuk menyelesaikannya, bahkan untuk mempelajarinya pun kebanyakan asal-asalan, hal inilah yang menyebabkan timbul sebuah anggapan bahwa membuat karya ilmiah itu tidak penting. 
  • Rumusan dan Batasan Masalah, mengidentifikasikan, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak diteliti.
  •  Tujuan Penelitian, berisi tujuan penelitian yang hendak dicapai.
  • Manfaat Penelitian,berisi  manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut. 
  • Metode Penelitian, berisikan tentang bagaimana secara ilmiah, penelitian akan dilakukan.
BAB II
LANDASAN TEORI
  • Kerangka Teori, berisi pengertian dan pemahaman mengenai teori yang relevan dengan topik. 
  • Kajian Penelitian Sejenis, berisikan kajian terhadap hasil-hasil penelitian sejenis yang memiliki kesamaan variabel.
  • Alat Analisis, penjelasan rinci mengenai berbagai alat analisis deskriptif dan kuantitatif yang digunakan.
BAB III
METODE PENELITIAN
  • Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
BAB IV
PEMBAHASAN
  • Data dan Profil Objek Penelitian, berisi data dan profil singkat objek penelitian. 
  • Hasil Penelitian dan Analisis, menyajikan data dan hasil penelitian. 
  • Rangkuman Hasil Penelitian, rangkuman hasil penelitian yang umumnya dapat disajikan dalam tabel ringkasan hasil.
BAB V
PENUTUP 
  • Kesimpulan, berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis yang diperoleh dari penelitian. 
  • Saran, ditujukan kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian.
Bagian Akhir 
  • Daftar pustaka, berisi daftar referensi yang digunakan dalam penulisan.
  • Lampiran, penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik atau tabel. 
  • Daftar Simbol, berisi deretan symbol-simbol yang digunakan dalam penulisan,lengkap dengan keterangannya.

Sumber :
http://rikykonfen.blogspot.com/2012/03/kerangka-kerangka-penulisan-di.html

Sabtu, 23 Maret 2013

PENALARAN, PENALARAN DEDUKTIF DAN PENALARAN INDUKTIF


PENALARAN, PENALARAN DEDUKTIF DAN PENALARAN INDUKTIF
Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan Indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Cirri – cirinya :
  • Dilakukan dengan sadar
  • Didasarkan oleh sesuatu yang sudah diketahui
  • Sistematis
  • Berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu
  • Sifat analitik dari proses berpikirnya, sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu.

Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal  yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik
Ciri ciri penalaran deduktif 
  •  Dimulai dari hal-hal umum, menuju kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. 
  •  Kalimat utama terletak diawal paragraf dan selanjutnya dibarengi oleh beberapa kalimat penjelas sebagai pendukung kalimat utama.
 Contoh:
Masyarakat indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus)
dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup komsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial .

Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran yang memberlakukan atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat. Penalaran ini lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan kata lain penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.
Ciri-ciri penalaran induktif 
  •  Menyebutkan peristiwa " khusus "
  • Menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa khusus 
  •  Kesimpulan terdapat diakhir paragraf 
contoh penalaran induktif adalah :
Premis 1 : Ayam punya mata
Premis 2 :
Kucing punya mata
Premis 3 : Bebek punya mata
Premis 4 : Kuda
punya mata
Konklusi : setiap hewan punya mata
Sumber :

Rabu, 05 Desember 2012

faktor demografi yang mempengaruhi dalam memilih gadget handphone

faktor demografi yang mempengaruhi dalam memilih gadget handphone adalah :
 1.Jenis kelamin
Jenis kelamin mempengaruhi dalam memilih produk handphone, seperti wanita lebih cenderung memilih handphone yang sedang trend, dan warna yang terang, sedangkan pria lebih cenderung memilih model atau bentuk yang lebih besar, warna yang gelap serta aplikasi permainan yang banyak.

 2.Umur
 Dilihat dari segi umur, dahulu anak-anak hanya memerlukan handphone yang memiliki fitur sedikit, tapi disaat ini, anak-anak pun sebagian besar sudah tidak mau memiliki handphone yang hanya bisa sms atau telpon saja, yang mereka butuhkan ialah kamera,radio dan aplikasi browser. Saat ini hampir semua kalangan umur baik dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia membutuhkan handphone yang memuat aplikasi yang banyak, terutama browser.


 3.Hobby
 Hobby shoping, dengan menggunakan smartphone bisa shoping melalui online dan juga bisa berbisnis online pula. Dengan menggunakan smartphone bisa lebih cepat dan lebih mudah berinteraksi dengan teman,saudara maupun orang lain.



Sumber gambar : google

Kamis, 11 Oktober 2012

Segmentasi Pasar

Mengapa produsen melakukan segmentasi pasar ? 

Segmentasi pasar adalah proses pengelompokan pasar kedalam segmen yang berbeda beda. Segmentasi pasar merupakan metode bagaimana memandang pasar secara kreatif, Kita perlu mengidentifikasi dan memanfaatkan sekecil apapun peluang yang muncul di pasar. Alasan utama yang mendasari perlunya dilakukan segmentasi pasar adalah lantaran sebuah produk pastilah diciptakan untuk kelompok tertentu dalam pasar. Oleh karenanya langkah awal yang perlu kita lakukan sebelum melakukan pemasaran adalah menentukan kelompok pasar yang tepat untuk produk yang akan kita jual. Jika kita salah menentukan kelompok pasar yang tepat untuk produk yang hendak kita jual, maka upaya pemasaran yang kita lakukan dapat terancam gagal atau pemasaran produk tidak tepat sasaran yang akan berakibat produk tidak laku.

Jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:

  1. Segmentasi Geografi Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan. 
  2. Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya. 
  3. Segmentasi Psikografi Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan: a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
    b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
    c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk. 
  4. Segmentasi Tingkah Laku Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.

    Tujuan adanya segmentasi pasar adalah sebagai berikut :
    a.Menentukan cara-cara promosi yang paling tepat bagi perusahaan
    b. Merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar
    c. Menyalurkan uang dan usaha ke pasar potensial yang paling menguntungkan
    d. memilih media advertensi yang lebih baik dan menemukan bagaimana mengalokasikan secara baik. e. Mengatur waktu yang sebaik-baiknya dalam promosi.

    Peranan segmentasi dalam marketing :  
    1. Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita.
    2. Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar.
    3. Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
    4. Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dan cara yang berbeda.

    Manfaat dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
    1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
    2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
    3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
    4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. 
    5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

    Resiko dan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi antara lain
    :
    1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
    2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
    3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
    4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa. Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.



    Sumber : http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2041160-tujuan-segmentasi-pasar/ http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2012/07/28/segmentasi-pasar/